Tampilkan postingan dengan label Hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hati. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 Juni 2010

Berbaik Sangka Kepada Allah

Segala ketentuan-Nya pastilah dengan hikmah. Tidak ada satupun kejadian di Dunia ini yang terjadi tanpa hikmah di balik kejadian tersebut.

Berbaik sangka kepada Allah. Untuk itulah kita dianjurkan agar selalu berbaik sangka kepada Allah. Sebabnya adalah setiap ketentuan yang Allah gariskan dalam kehidupan kita adalah untuk kebaikan kita. Tidaklah ALlah akan berbuat zalim kepada hamba-Nya melainkan hambanya sendiri telah berbuat aniaya.

COntohnya seperti ini. Ada seorang pedagang yang mengeluh karena perniagaannya sepi pada hari itu. Dia mempunyai beberapa tempat usaha. Sedangkan salah satu karyawannya sedang libur, sehingga hari itu dia harus bolak-balik dari satu tempat usahanya ke tempat yang lainnya.

Tergantung orang tersebut, apakah dia akan berbaik sangka kepada ALlah karena dagannya sepi ataukah dia berburuk sangka kepada-Nya. Jika dia mau berbaik sangka pastilah dia menemukan hikmah kenapa pada hari itu dagannya sepi. Mungkin Allah ingin memberikan keringanan kepada dia, Sehingga pada hari itu dia tidak terlalu lelah untuk mengelola usaha dikarenakan salah satu karyawannya sedang pulang.

Jika dia berburuk sangka maka dia akan terjatuh kepada tidak bersyukur kepada ALlah, dia tidak akan mendapatkan pelajaran, yang ada hati yang dongkol dan tidak bersyukur kepada ALlah. nauzu billah

Tanamkanlah dalam hati untuk selalu berbaik sangka kepada Allah, karena seluruh ketentuannya pastilah dengan sebuah hikmah.





Selengkapnya...

Jumat, 28 Mei 2010

Menulis di atas Pasir

Jalan hidup penuh dengan benturan-benturan, namun terkadang bermandikan kebahagiaan. Hati kadang tersakiti, di lain waktu hati kadang berbunga karena sebuah kebaikan

Menulis diatas pasir.

Marilah kita maknai hidup ini dengan baik, marilah menulis di atas pasir untuk kesakitan-kesakitan yang pernah kita alami. Lupakanlah itu semua, lupakan. Ibarat tulisan kita di atas pasir yang takkan lama hilang dihempas angin dan tak berbekas.

Untuk sebuah kebaikan yang datang, marilah kita menulis di atas batu. Ukirlah kebaikan yang kita terima di dalam hati kita. Tulislah di atas batu, sehingga kebaikan itu indah tak terperi dan takkan hilang di hati kita.
Selengkapnya...

Minggu, 02 Mei 2010

Shalat Tahajud Bekal Menjalani Hari

Setiap harinya kita selalu disibukkan dengan berbagai aktifitas hidup yang berbau keduniaan. Kita selalu menyibukkan diri dengan segala usaha untuk mencapai keinginan kita di dunia ini.

Masalah datang silih berganti ketika kita mengarungi hari. Konflik muncul antara kita dengan yang lainnya, antara atasan dengan bawahan, antara sopir dengan penumpangnya, antara pedagang dengan pembeli, antara polisi dengan pengguna jalan dan lain sebagainya.

Kita tidak pernah lelah menjalani itu semua, bahkan sebenarnya lelah namun tetaplah kita jalani, jenuh namun tetaplah kita ulangi kesibukan kita setiap hari.

Ketika emosi meninggi kemarahan yang terlontar dari kita. Cacian dan makian terucap tak terkendali keluar dari lisan kita.

Mengapa kita berbuat sedemikian rupa dalam mengarungi hari ini?

Kehidupan ini bagaikan sebuah perjalanan. Tentunya sebuah perjalanan membutuhkan bekal. Apakah bekal kita sudah cukup untuk menjalani hari-hari yang sangat sibuk dengan urusan dunia.

Apakah sebenarnya bekal yang kita butuhkan untuk menjalani hari agar tidak lelah bandan, hati dan pikiran kita.

Badan sudah tentu bekalnya adalah makanan yang menyehatkan raga kita. Bekalnya pikiran adalah ilmu pengetahuan dan kebijaksanaan. Lalu apakah bekalnya hati untuk mengarungi ganas dan panasnya hari?

Bekalnya hati adalah ketenangan, kesabaran dan kejernihan.

Semuanya bermula dari hati. Sebuah hadits mengatakan “Ketahuilah, sesungguhnya di dalam jasad itu ada segumpal daging, apabila dia baik maka baiklah seluruh jasad,dan apabila dia buruk maka buruklah seluruh jasad. Ketahuilah, dia adalah hati "
(Riwayat Bukhari & Muslim, dari Nu'man bin Basyir)

Lalu bagaimanakah agar hati ini menjadi baik? Bekalilah dia dengan cukup.

Dirikanlah shalat tahajud, rasakanlah keheningan malam, dengarkanlah angin bertasbih memuji Asma Allah, jernihkanlah hati kita dengan berdzikir kepada-Nya dikeheningan malam.

Rasakanlah ketenangannya malam..nikmatilah kesyahduannya, rangkumlah dalam shalat tahajjud. Penuhilah hatimu dengan kebaikan, jernihkanlah hatimu dengan shalat tahajjud.

Renungkanlah keberadaan dirimu di dunia ini. Rehatkanlah pikiranmu dari kesibukan dunia yang telah engkau lalui di siang hari. Katakanlah dalam hati " ya Allah..untuk apa saya melakukan segala hal yang melelahkan sepanjang hari ini??" " ya Allah akankah segala amal yang telah aku lakukan akan diterima di sisi Mu sebagai amal baik" renungkanlah...

Kembalikanlah energi yang telah engkau lepaskan sepanjang hari tadi.

Mendekatlah kepada Allah..mendekatlah lebih dekat lagi.. Rasakan kasih sayang_NYa.

Bekalilah hati dan jiwamu dengan shalat tahajjud, karena sesungguhnya esok hari hati dan jiwamu dahaga akan ketenangan dan kejernihan. Dengan tahajjud yang didirikan Insya Allah bekal ini akan tercukupi..WALLAHU A'LAM..
Selengkapnya...

Lemahnya Diri Ini

Memulai tulisan pertama di blog yang baru ini. Saya ingin membawa kedamaian kepada diri saya sendiri. Ingin mengisi kehampaan dalam hati ini dengan mendekatkan diri kepada Pengenggam Kedamaian- Allah SWT.

Melalui blog ini saya ingin mengingatkan diri saya sendiri betapa lemahnya diri ini tanpa bimbinganNya, betapa rapuhnya diri ini tanpa pertolongannya.

Ya Allah bimbinglah tangan ini untuk menuliskan hal-hal yang baik yang akan membawa kebaikan, hindarkanlah tangan ini untuk menuliskan hal-hal buruk yang hanya akan membawa kepada keburukan.

Di keheningan malam yang dingin ini. Ditemani angin yang bertasbih memuji keangungan-Mu aku bersimpuh dan menyusun kata-kata ini. Kata-kata yang semoga akan menjadi catatan amal kebaikanku di dunia dan di akherat kelak.

Selamat datang di Blognya seorang yang lemah dan berusaha untuk menjadi lebih baik lagi.
Selengkapnya...