Sebuah hadits mengatakan mengenai shalat dhuha, saking pentingnya shalat dhuha, sampai-sampai Rasulullah menjadikannya sebuah wasiat.
Abu Hurairah r.a. meriwayatkan: ” Kekasihku, Rasulullah SAW berwasiat kepadaku mengenai tiga hal :
a) agar aku berpuasa sebanyak tiga hari pada setiap bulan,
b) melakukan sholat dhuha dua raka’at dan
c) melakukan sholat witir sebelum tidur.” ( H.R. Bukhari & Muslim ).
Apa sebenarnya manfaat shalat dhuha. Dari beberapa sumber saya menyimpulkan beberapa manfaat dari shalat dhuha. diantaranya :
1. Membuat hati kita tenang.
2. Membukakan pintu rejeki atau usaha yang sedang kita jalani.
3. Sebagai ungkapan rasa syukur kita kepada Allah atas nikmat yang telah kita terima. Sehingga dengan bersyukur akan ditambahkan nikmat kepada kita.
4. Mendapatkan ganjaran masuk surga InsyaAllah. Sebagaimana hadits nabi SAW.
“Di dalam surga terdapat pintu yang bernama bab ad-dhuha ( pintu dhuha ) dan pada hari kiamat nanti ada orang yang memanggil,” Dimana orang yang senantiasa mengerjakan sholat dhuha ? Ini pintu kamu, masuklah dengan kasih sayang Allah.” ( H.R. at-Tabrani).
Kapan waktu yang tepat untuk melaksanakan shalat dhuha?
Lebih enaknya melaksanakan shalat dhuha memang sebelum melakukan berbagai aktivitas, sehingga ketika kita melaksanakan aktivitas, hati kita menjadi tenang karenanya. Tapi itupun kalau memungkinkan.
Kalau mengacu kepada jam, Waktu dhuha itu dimulai sejak sekitar pukul 07.00- 10.00 WIB (CMIIW).
Saya sendiri juga memang belum istiqamah melaksanakan shalat dhuha, semoga dengan menulis hal ini saya bisa istiqamah. Doakan ya.. Ayo kita mulai melaksanakan shalat dhuha. Semoga kita bisa mendapatkan manfaat shalat Dhuha. Amiin.
Selengkapnya...
Sabtu, 12 Juni 2010
Manfaat Shalat Dhuha
Minggu, 02 Mei 2010
Shalat Tahajud Bekal Menjalani Hari
Setiap harinya kita selalu disibukkan dengan berbagai aktifitas hidup yang berbau keduniaan. Kita selalu menyibukkan diri dengan segala usaha untuk mencapai keinginan kita di dunia ini.
Masalah datang silih berganti ketika kita mengarungi hari. Konflik muncul antara kita dengan yang lainnya, antara atasan dengan bawahan, antara sopir dengan penumpangnya, antara pedagang dengan pembeli, antara polisi dengan pengguna jalan dan lain sebagainya.
Kita tidak pernah lelah menjalani itu semua, bahkan sebenarnya lelah namun tetaplah kita jalani, jenuh namun tetaplah kita ulangi kesibukan kita setiap hari.
Ketika emosi meninggi kemarahan yang terlontar dari kita. Cacian dan makian terucap tak terkendali keluar dari lisan kita.
Mengapa kita berbuat sedemikian rupa dalam mengarungi hari ini?
Kehidupan ini bagaikan sebuah perjalanan. Tentunya sebuah perjalanan membutuhkan bekal. Apakah bekal kita sudah cukup untuk menjalani hari-hari yang sangat sibuk dengan urusan dunia.
Apakah sebenarnya bekal yang kita butuhkan untuk menjalani hari agar tidak lelah bandan, hati dan pikiran kita.
Badan sudah tentu bekalnya adalah makanan yang menyehatkan raga kita. Bekalnya pikiran adalah ilmu pengetahuan dan kebijaksanaan. Lalu apakah bekalnya hati untuk mengarungi ganas dan panasnya hari?
Bekalnya hati adalah ketenangan, kesabaran dan kejernihan.
Semuanya bermula dari hati. Sebuah hadits mengatakan “Ketahuilah, sesungguhnya di dalam jasad itu ada segumpal daging, apabila dia baik maka baiklah seluruh jasad,dan apabila dia buruk maka buruklah seluruh jasad. Ketahuilah, dia adalah hati "
(Riwayat Bukhari & Muslim, dari Nu'man bin Basyir)
Lalu bagaimanakah agar hati ini menjadi baik? Bekalilah dia dengan cukup.
Dirikanlah shalat tahajud, rasakanlah keheningan malam, dengarkanlah angin bertasbih memuji Asma Allah, jernihkanlah hati kita dengan berdzikir kepada-Nya dikeheningan malam.
Rasakanlah ketenangannya malam..nikmatilah kesyahduannya, rangkumlah dalam shalat tahajjud. Penuhilah hatimu dengan kebaikan, jernihkanlah hatimu dengan shalat tahajjud.
Renungkanlah keberadaan dirimu di dunia ini. Rehatkanlah pikiranmu dari kesibukan dunia yang telah engkau lalui di siang hari. Katakanlah dalam hati " ya Allah..untuk apa saya melakukan segala hal yang melelahkan sepanjang hari ini??" " ya Allah akankah segala amal yang telah aku lakukan akan diterima di sisi Mu sebagai amal baik" renungkanlah...
Kembalikanlah energi yang telah engkau lepaskan sepanjang hari tadi.
Mendekatlah kepada Allah..mendekatlah lebih dekat lagi.. Rasakan kasih sayang_NYa.
Bekalilah hati dan jiwamu dengan shalat tahajjud, karena sesungguhnya esok hari hati dan jiwamu dahaga akan ketenangan dan kejernihan. Dengan tahajjud yang didirikan Insya Allah bekal ini akan tercukupi..WALLAHU A'LAM..
Selengkapnya...