Adalah orang yang merugi ketika sudah melakukan kesalahan dan terjatuh kembali kepada kesalahan yang sama. Kalo saya apakah seorang yang merugi tersebut?? Hmm..sepertinya iya. Khususnya dalam dunia persilatanblogger.
Entah sudah berapa kali saya membaca artikel mengenai kesalahan-kesalahan para blogger pemula. Lalu saya yang juga sangat pemula ini hanya menyadari saja akan kesalahan saya dalam dunia perbloggeran. Namun ironisnya kesalahan tersebut kerap diulangi sampai kesekian kalinya. Sampai postingan ini ditulis, kesalahan yang selalu saja saya lakukan adalah :
1. Ketika mengunjungi dasbor blogspot, yang saya lakukan adalah mengklik tulisan statistik.
2. Kemudian beralih melakukan klik pada tab komentar.
Nah ketika kedua tab tadi di klik ada dua perasaan yang menghinggapi saya.
1. Kalo statistik blog jelek maka perasaan saya pesimis bisa melanjutkan ngeblog, karena pikiran saya mengatakan, " ah percuma ngeblog toh ngga ada kunjungan " Huh..!! maka jadilah saya enggan untuk menulis postingan. Kemudian kalau statistik menunjukkan jumlah yang bagus, maka pikiran saya mengatakan "ah dengan postingan segini aja udah banyak pengunjung kok.." maka jadilah saya tidak mengupdate blog..Hmmm.
2. Perasaan kedua menghinggapi ketika tab komentar di klik. Kalau tidak ada komentar baru, maka yang ada adalah lemes dan tak bersemangat karena tulisan kita tidak ada yang menanggapi. Tapi kalau ada komentar malah sibuk balesin komentar tanpa update postingan.
Jadi dari keempat point di atas ujung-ujungnya blog melompong tanpa postingan yang baru. Lalu apa akibatnya kalau blog tak diupdate, maka tante google akan bosan untuk mengindeks konten blog yang itu-itu saja.
Maka bener apa kata master2 blog. " Jangan pernah perdulikan statistik dan seberapa banyak komentar yang masuk ke blog anda, tapi fokuslah pada berbagi kepada orang lain dengan mengisi blog kita akan hal-hal yang bermanfaat untuk orang lain " Hanya itu kunci keberhasilan kita (saya) agar bertahan ngeblog.
Lalu bagaimana dengan anda?? adakah sudi berbagi pengalaman di komentar??
Selengkapnya...
Minggu, 02 Januari 2011
Bener apa Kata Master2 Blog
Rabu, 26 Mei 2010
Tipe Orang Menghadapi Masalah
Dalam hidup kita selalu berhadapan dengan masalah. Mulai dari masalah kita dengan pekerjaan, dengan keluarga, dengan masyarakat bahkan dengan negara.
Masalah dalam hidup ini bisa diibaratkan sebuah tekanan yang mengimpit kita. Semakin kita lemah menghadapi masalah, maka hidup kita akan semakin sulit. Semakin tumpuk masalah yang menghimpit, maka hidup akan semakin sengsara dan penuh dengan tekanan.
Sebenarnya setiap masalah adalah untuk diselesaikan. Setiap masalah adalah ujian yang datang kepada kita. Sama seperti ketika sekolah dulu, untuk mengevaluasi hasil belajar kita maka diadakanlah ujian. Begitupun dengan masalah, itu merupakan ujian dalam kehidupan kita untuk mengevaluasi apakah kita sukses dalam menjalani kehidupan ini atau sebaliknya.
Setiap masalah yang datang akan menjadi masalah berikutnya ataukah terselesaikan adalah tergantung sikap mental orang yang menghadapinya.
Ada beberapa tipe mental orang ketika menghadapi tekanan sebuah masalah.
1. Tipe pertama adalah orang dengan mental tempe atau tahu. Anda tau kan bagaimana tmepe ketika ditekan oleh sesuatu, dia akan rusak dan meninggalkan bekas ya sama juga dengan tahu. Orang yang mempunyai mental tahu tidak bisa bertahan ketika menghadapi tekanan dari masalah hidupnya. Orang seperti ini membutuhkan seorang pendamping atau pembimbing agar dia mampu menghadapi masalah yang menekannya.
2. Tipe kedua adalah orang dengan mental besi. Ketika tekanan sebuah masalah menimpanya, orang ini akan mampu bertahan pada awal mulanya, namun layaknya seperti besi semakin lama dan semakin keras beban yang menimpanya besi akan menjadi bengkok dan tak langsung kembali ke bentuk semula lagi.
3. Tipe ketiga adalah orang dengan mental kapas. Orang ini akan selalu mampu menyesuaikan diri dengan tekanan masalah yang menimpanya. Ibarat sebuah kapas, ketika kapas menerima sebuah tekanan dia akan menyesuaikan diri dengan tekanan tersebut dan kemudian mengembang kembali ke bentuk semula.
4. Tipe orang keempat adalah orang dengan mental bola pingpong. Nah tipe inilah yang luar biasa. Orang dengan tipe ini, ketika ditekan dengan sebuah masalah dia malah menggunakan masalah tersebut sebagai sebuah energi untuk melambung lebih tinggi. Dia menjadikan sebuah masalah untuk melesatkan diri lebih jauh lagi. Layaknya sebuah bola pingpong, ketika kita memberikan tekanan kepadanya maka dia akan memantul dan melesat, bahkan ketika tekanan yang kita berikan semakin keras semakin kencang juga dia memantul.
Nah..termasuk mental tipe manakah anda?? Semoga kia selalu bisa menghadapi dan menyelesaikan setiap masalah yang menghampiri kita. AMiin.
Selengkapnya...